Jumat, 24 November 2023

Nelayan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada DPRD dan Pemda Sumbawa

Seorang wanita Sumbawa, beraktifitas di tengah tangkapan ikan nelayan setempat. [Foto: dokumen FNI]


SUMBAWA, MASALEMBO.COM - Nelayan Sumbawa yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Sejahtera Pulau Bungin, Paguyuban Nelayan Samudera Bahari Pulau Medang, Paguyuban Nelayan Lunyuk Bangkit dan Paguyuban Nelayan Kompresor Snorkeling (PNKS) mewakili seluruh anggota menyesali sikap pasif Ketua DPRD Sumbawa dan Bupati Sumbawa.

"Awal Mosi Tidak Percaya ini yakni tidak mau atau acuh tak acuh terhadap masalah nelayan yang ditangkap aparat Lantamal VII Kupang, NTT. Ketua DPRD Sumbawa juga berbohong, yang berjanji mendatangkan tim ke Labuhan Mapin dan koordinasi Pemda Sumbawa." Kata Wahyu Alamsyah Sekjend Front Nelayan Indonesia (FNI)

Apalagi Pemda Sumbawa tambah tak punya kemampuan urus nelayan. Para politisi, khusus PDIP sarang pendukungnya di Labuhan Mapin Sumbawa. Nelayan puluhan tahun dukung rezim PDIP. Tetapi, tak pernah sedikit pun membantu nelayan." Lanjutnya

Sementara keterangan dari Juragan yang merupakan korban dari penangkapan Lantamal VII Kupang, NTT mengatakan "Pemda Sumbawa yang sekarang, Bupati adalah kader Golkar, sama juga. Puluhan tahun di dukung oleh nelayan di kecamatan Alas dan Alas Barat. Tetapi, tak punya kemampuan akomodir kepentingan nelayan sebagai pengabdian. Ditangkapnya Nelayan oleh Lantamal VII Kupang, Bupati Sumbawa seolah buta, tuli dan tak ada rasa simpatik." Tegasnya Jumadi kepada awak media saat dikonfirmasi di Kupang, NTT, 24/11/23

Begitu juga, Tison Sahabuddin berpendapat "mereka sudah tau masalah ini, nelayan ditangkap sudah 3 bulan ini, belum ada ada upaya pembebasan. Mestinya, DPRD dan Bupati Sumbawa memiliki sikap sigap, simpatik, bertindak dan bertanggung jawab terhadap warganya yang ditangkap." Kata Tison Bungin Ketua Paguyuban Nelayan Sejahtera Pulau Bungin pada Jum'at 24/11/23 saat di tanyai awak media.

Lebor Nugroho yang kini Pemerhati Kebudayaan Sumbawa di Bali ikut memberi reaksi atas sikap Ketua DPRD dan Pemda Sumbawa yang tak responsif, tersebut. "Ini yang kita pertanyakan, selama ini ada digroup LBH Nelayan Indonesia, bupati dan Ketua DPRD dimasukan. Supaya dapat memahami masalah. Dikonfirmasi dam diminta juga agar proaktif merespon masalah penangkapan nelayan di kupang." Kata Lebor Nugroho kepada media (23/11/23)

Kemana DPRD dan pemda Sumbawa. Kepada warganya sendiri ngak ada rasa keperdulian nya sama sekali.
Kalaupun mereka tidak bisa hadir secara lansung untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam masalah seperti ini, paling tidak hadirlah memberikan saran agar Pemda dan DPRD bisa duduk bersama lakukan komunikasi dengan pemerintah Provinsi NTT dan Pemda Kota Kupang sebagai bentuk keperdulian mereka terhadap apa yang menimpa warganya di NTT sana." Lanjut Lebor Nugroho

Bupati dan Ketua DPRD Sumbawa ada di dalam group LBH Nelayan Indonesia untuk bersama - sama memikirkan jalan keluar masalah tertangkapnya nelayan ini. Namun, keduanya cuma diam seperti patung. Sungguh beda sekali Pemda kita dengan NTT. Pemda NTT begitu gercep dan antusias nya dalam memberi perlindungan dan pendampingan ketika ada warga nya yang terkena masalah di luar daerah mereka. Lah, Pemda dan DPRD kita jangankan mau hadir seperti itu, memberikan saran dan solusi pun gak ada yang mau turun tangan." Tutup Lebor Nugroho

Nelayan berangkat dari tanggal 30 Agustus 2023 menuju lokasi Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal dinyatakan layak melaut. Dokumen kapal lengkap yang diberikan pihak Syahbandar dan pemerintah. Sebelumnya, nelayan menyiapkan perbekalan sekitar ratusan juga dalam bentuk bahan pokok (persediaan).

Berangkat sejumlah 6 kapal dengan Anak Buah Kapal (ABK) sekitar 61 orang. Captain sekaligus juragan ada 6 orang. Semua terhitung 67 orang.

Kemudian, pada tanggal 07 September 2023 pada pukul 09.22 pagi, nelayan ke 67 orang ditangkap Lantamal VII Kupang, NTT di lokasi daerah dekat Pulau Nekliu. Sala satu alasan, Lantamal VII melihat Pergerakan kapal dari menara sinyal. Kemudian, dilakukan penyergapan dan penangkapan.

Pemeriksaan dilakukan, Lantamal VII tidak menemukan barang bukti berupa hasil tangkapan (sesuai BAP). Karena memang nelayan belum melakukan penangkapan Lobster. Lantamal VII hanya melihat kompresor diatas kapal tersebut (Sesuai Hasil BAP).

Perdebatan antara nelayan dengan aparat Lantamal VII terjadi alot. Ya, mau tak mau, nelayan pasrah dalam pemeriksaan dan penggeledahan saat di dekat Pulau Nekliu. Lantamal VII AL memvonis dokumen tidak lengkap. Padahal lengkap. Akhirnya, kapal dan nelayan ke 67 orang tersebut, dibawa ke Pelabuhan Lantamal VII Kupang, NTT.

Namun, setelah tiba di Pelabuhan Lantamal VII, dokumen pun diperiksa ulang satu per satu. Ternyata, dokumen nelayan seperti SIPPI, SIKPI, SLO, hingga dokumen pembayaran pajak dinyatakan lengkap. Namun, aparat tidak mau melepas. Tetap tahan nelayan dengan alasan Kompresor yang dijadikan barang bukti.

Aparat Lantamal VII membiarkan nelayan terpenjara dikapal sejak 07 September, Oktober hingga November ini. Selama kurun waktu 3 bulan berjalan. Lantamal VII tidak perhatikan kondisi dan situasi, tak ada prinsip perikemanusiaan yang adil dan beradab. Sejumlah 67 orang tersebut, dibiarkan di Pelabuhan Lantamal VII tanpa proses hukum yang jelas.

Per 15 November 2023, Penyidik Lantamal menetapkan 6 tersangka. Mestinya, 67 tersangka. Berdasarkan berita kompas: "Lantamal meminta 61 orang pulang ke Sumbawa. Namun, nelayan menolak pulang." Ternyata, Lantamalnya lakukan kebohongan publik, bahwa keterangan nelayan tak diberikan waktu untuk pulang atau tak pernah nelayan menolak pulang. Bahkan, Lantamal sendiri melarang nelayan keluar masuk pelabuhan, apalagi pulang. Sekedar membeli bahan pokok untuk makan, minum saja. Pihak Lantamal larang. Apalagi pulang ke Sumbawa."

Sementara kebutuhan pangan: sembako berangkat selama 4 bulan penuh habis ludes dalam sekejap karena harus makan, mandi, serta kebutuhan hidup lainnya. Padahal bahan pangan yang nelayan persiapkan merupakan pinjaman (hutang) dari bank, dana LPMUKP KKP, dan dana tengkulak lokal) yang bekerjasama dengan nelayan. Ditambah, mereka berdesak-desakan tidur diatas kapal, selama 3 bulan.

Lantamal VII Kupang, NTT sangat tidak prikemanusiaan. Aparat Lantamal VII ini tak pertimbangkan kehidupan nelayan. Psikologis nelayan selama 3 bulan mengalami sakit diare, pusing dan tekanan kejiwaan sangat berat. Lantamal VII telah melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Lantamal VII membiarkan nasib keluarga: anak istri dan dapur rumah tangga nelayan tidak mengepul. Lantamal VII telah bertindak diluar norma - normal keajegan dan norma nilai yang menjamin kesejahteraan nelayan.

Lantamal VII telah secara sengaja menghilangkan hak pendidikan anak - anak nelayan dan memangkas waktu nelayan harus mendapat pendapatan demi ekonomi keluarga nelayan.

Lantamal VII pun tidak pernah perhatikan kesempatan waktu nelayan untuk beribadah, beristirahat, makan, minum, mandi diatas kapal dipelabuhan itu. Padahal kondisi sembako, dan bahan pangan lain sudah habis. Mereka pun, tak diberikan waktu untuk keluar berbelanja bahan pokok.

Walaupun pada awal November 2023 ini, mendapat respon dari Dinas Kelautan dan Perikanan dengan memberikan bantuan berupa beras 250 kg, indomie 2 dus, biscuit 2 dus minyak dan lainnya.

Harus menjadi perhatian semua pihak dan pemerintah. Konon, Lantamal VII dalam dugaan mendapat pesanan dari Bohir (tengkulak) yang bersaing dalam usaha untuk menangkap nelayan. Padahal, nelayan, ABK dan juragan hanya sekedar mencari makan, nelayan kurang memahami apa yang boleh dan tidak boleh menurut aturan hukum yang berlaku.

Dalam pemeriksaan, Penyidik Lantamal VII juga memaksa nelayan tanda tangan semua hal yang dituduhkan. Termasuk melarang nelayan untuk mencari pendampingan hukum.

Namun, aparat bekerja menangkap nelayan di duga lakukan operasi karena pesanan Bohir (tengkulak). Hal ini sangat disayangkan. Mestinya, aparat memberi pemahaman hukum tentang kelautan dan perikanan maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. Padahal Lantamal VII sendiri, bekerja sesuai tugas dan peran mengawasi Zona Ekonomi Eksklusif antar negara. Bukan menangkap nelayan tradisional.

Perjalanan waktu 3 bulan, nelayan hanya dijanjikan untuk bebas. Berulang kali Lantamal VII berjanji bebaskan nelayan. Namun pembohongan yang terjadi.

Dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tertulis "Untuk Keadilan" tapi perlakuan terhadap nelayan sungguh ketidakadilan. Penuh tipu muslihat yang dilakukan.

Lantamal VII melakukan BAP ala kadarnya. Secara hukum tidak terpenuhi. Dokumen BAP pertama, dikembalikan oleh kejaksaan tinggi Kupang, NTT. Begitu juga hasil perbaikan BAP kedua dan ketiga di tolak dan dikembalikan Kejaksaan.

Per 18 November 2023 pelimpahan berkas kembali kepada kejaksaan. Juga dipaksakan. Kompressor yang dijadikan barang bukti, juga di angkut. Terkesan dipaksakan. Kenapa? karena unsur pidananya tidak terpenuhi karena tidak memiliki 2 alat bukti yang sah. Dalam BAP hanya kompresor dijadikan alat bukti.

Pada Minggu awal November ditetapkan sebagai tersangka. Lalu, tanggal  18 November 2023 barang bukti berupa kompressor diangkut dari pelabuhan ke kantor Kajati NTT. Sekaligus pemeriksaan awal para tersangka. Pemeriksaan dari Pukul 14.00 hingga malam hari.

Nelayan yang menjadi tersangka tidak ditahan dan dikembalikan ke Pelabuhan Lantamal VII Kupang, NTT untuk istirahat. Nelayan saat pemeriksaan, tak ada dokumen yang ditanda tangani di kejaksaan. Ini sesuatu yang janggal.

Dari sekian Jam, Hari, Minggu dan Bulan dari proses settingan Drama Drakor Hukum Lantamal VII ini, membuat semua pihak bertanya. Kalau tak memiliki dua alat bukti yang cukup. Maka mestinya para nelayan yang tersangka semuanya itu, bisa dipulangkan atau dibebaskan untuk membawa kapalnya keluar Pelabuhan Lantamal VII.

Upaya pembebasan dilakukan paguyuban - paguyuban nelayan di Sumbawa melakukan lobi, advokasi, termasuk melaporkan Lantamal VII ke DPR-RI, Komnas HAM, LPSK, KPK dan POMAL TNI AL.

Wahyu Alamsyah Sekretaris Jenderal Front Nelayan Indonesia (FNI) juga kritik keras sikap Pemda dan DPRD Sumbawa sehingga nelayan akan lakukan mosi tidak percaya dengan berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri serta akan disertai demonstrasi (Mimbar Bebas) besar - besaran dimasa mendatang agar kedepan nelayan tidak lagi menjadi komoditas politik kepentingan mereka semata. Tetapi benar - benar berpihak pada nasib nelayan," tutup Wahyu. (Tis)


from MASALEMBO https://ift.tt/pgoEHdn
via gqrds

Senin, 20 November 2023

Hanya Karena Akreditasi, Puskesmas Lenteng Tega Tolak Pasien

Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep. [Khairullah/masalembo.com]


SUMENEP, MASALEMBO.COM- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep tega menolak melayani pasien dengan alasan sedang dalam tahap proses akreditasi.

Hal itu diakui oleh salah seorang pasien berinisial AM yang hendak, melakukan pemeriksaan kesehatan pada Senin 20 November 2023 pagi di Puskesmas Lenteng. 

Pasien yang menolak disebutkan identitasnya ini menceritakan, sebelum mendatangi Puskesmas Lenteng pihaknya menelfon terlebih dahulu ke salah satu tenaga medis yang bertugas di Puskesmas setempat. Tenaga medis tersebut, memberikan informasi jika pelayanan saat ini sedang dibatasi dengan alasan saat ini Puskesmas Lenteng sedang dalam tahap verifikasi akreditasi peningkatan level.

"Tadi saya telfon dulu ke Puskesmas, katanya tidak bisa melayani dan dibatasi karena sedang akreditasi, sampai satu minggu ke depan, " ujarnya. Senin 20/11

Akibatnya, AM gagal melakukan pemeriksaan dan merasa tidak mendapatkan layanan kesehatan sebagai warga negara. Pihaknya juga merasa kecewa terhadap Puskesmas Lenteng yang lebih mendahulukan akreditasi ketimbang memberikan pelayanan kesehatan.

Sementara itu Kepala Puskesmas Lenteng Drg. Dela Maulana Ansyari, M. Si melalui pesan singkat whatsApp saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa penolakan pasien tersebut hanya persoalan kesalahan komunikasi.

"Mis komunitas saja, kita masih bisa, maaf kalau ada gangguan teknis," ujarnya lewat pesan singkat whatsApp.

Pihaknya juga berjanji, besok Selasa 21 November 2023 semua pasien yang tertunda akan segera mendapatkan pelayanan, "Besok pasien yang tertunda akan kamu layani dipastikan kami bisa selesaikan dengan baik," tandasnya.

Anehnya, Kepala Puskesmas Lenteng secara bersamaan meminta media ini, supaya peristiwa penolakan pasien tersebut jangan sampai ke Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sumenep dan tidak diekspose ke media.

"Artinya tidak perlu dibuatkan berita, menurut kamu tidak perlua persoalan ini ditanggapi Kadinkes," pintanya.

*Coreng Tagline Bupati Sumenep*

Ketua Serikat Pemuda Madura (Serdadu) Sumenep, Muksin menilai penolakan pasien oleh Puskesmas Lenteng mencoreng tagline "Sumenep Melayani" yang digaungkan oleh Bupati Achmad Fauzi.

"Tagline Bupati Sumenep, Bismillah Melayani dicoreng Puskesmas Lenteng," tandas Muksin

Lebih jauh Muksin menegaskan, kebijakan tolak pasien merupakan pelanggaran hukum dan merupakan tindakan yang terkesan ngawur. Maka dari itu pihaknya, meminta pihak terkait untuk segera melakukan tindakan pembenahan dan evaluasi terhadap Puskesmas Lenteng.

Sebab, jika hal ini dibiarkan bukan hanya masyarakat yang jelas-jelas sudah menjadi korban, melainkan citra Bupati Sumenep sebagai pimpinan tertinggi ekskutif.

"Dalam Undang-undang nomor 36 tahun 2009, Bab III pasal 5 Ayat 1, berbunyi, setiap masyarakat mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses sumber daya di bidang kesehatan, dilanjutkan di pasal 85 ayat 2 berbunyi, sebagaimana ayat 1, dilarang menolak pasien dan atau meminta uang terlebih dahulu, dalam Undang-undang tersebut sudah jelas bahwa Puskesmas Lenteng melanggar undang-undang," urainya. (TH)


from MASALEMBO https://ift.tt/0H4Ycef
via gqrds

Selasa, 07 November 2023

Dinas Perkim Sulbar Lakukan Mutual Check Seratus 15 Paket Pekerjaan PSU di Majene

Pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat saat melaksanakan Mutual Check Seratus (MC-100%) salah satu paket proyek di Kabupaten Majene. [Foto: Diskominfopers Sulbar]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat telah melaksanakan Mutual Check Seratus (MC-100%) terhadap 15 paket pekerjaan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) di wilayah Kabupaten Majene. 

“Ada 15 paket pekerjaan kami sudah MC-100% untuk wilayah Kabupaten Majene,” kata Kepala Dinas Perkim Sulbar Syaharuddin, pekan lalu.

15 paket pekerjaan tersebut terdiri dari 3 paket rabat beton dan bangunan pelengkapnya di Desa Tubo, Banggae, dan Betteng Pamboang. 7 paket pekerjaan air bersih dengan bangunan penunjangnya di Desa Rangas Banggae, Desa Baru Onang, Tande Banggae, Bukit Samang dan Bababulo Utara Pamboang, serta 5 paket pekerjaan pembangunan drainase dan bangunan pelengkapnya di Desa Manyamba, Tallubanua, Sendana dan Ulidang.

MC-100 dilakukan atas surat permohonan penyedia untuk dilakukan penilaian hasil pekerjaan 100% oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang didampingi oleh para Direksi, untuk selanjutnya dibuatkan Laporan Hasil Pekerjaan untuk setiap uraian pekerjaan, yang dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.

Syaharuddin menjelaskan, dalam pengerjaan paket pekerjaan tersebut menyerap pekerja lokal. Dalam setiap item pekerjaan memberdayakan sekira 10 sampai 15 orang pekerja lokal, yang sudah tentu dapat membantu penghasilan mereka. 

“Jadi, jika 15 paket pekerjaan itu artinya kurang lebih 150 lebih tenaga kerja lokal kami pekerjakan," ucapnya 

Kepala Dinas Perkim Sulbar didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Gunadi, menambahkan, untuk wilayah Kabupaten Majene ada 27 paket pekerjaan yang akan diselesaikan. Untuk sampai akhir Oktober sudah 15 paket terselesaikan, dan selebihnya pihaknya menargetkan minggu kedua November semuanya akan selesai.

"Untuk paket pekerjaan yang sudah kami MC-100% sudah bisa digunakan oleh masyarakat, namun tetap akan diawasi oleh penyedia sampai batas pemeliharaannya selesai sesuai yang tertera dalam kontrak," tambahnya (Ril/Har)


from MASALEMBO https://ift.tt/4R1kSWA
via gqrds

Cara Memantau Opini Publik atas Kebijakan Institusi dengan Digital Listening Tools

Ilustrasi [gie]

MASALEMBO.COM - Di era digital yang sedang berlangsung, pengaruh opini publik terhadap keputusan yang diambil oleh berbagai institusi, termasuk entitas pemerintah, memiliki implikasi yang signifikan. Respon yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu kebijakan dapat berdampak pada arah dan pelaksanaan kebijakan tersebut. Oleh sebab itu, institusi-institusi perlu memberikan perhatian serius terhadap pemantauan dan pemahaman mengenai pandangan publik terhadap langkah-langkah kebijakan yang diterapkan. Salah satu cara yang efisien untuk menjalankannya adalah dengan memanfaatkan digital listening tools.

Pentingnya Memantau Opini Publik terhadap Kebijakan Pemerintahan Anda

Memantau opini publik terhadap kebijakan pemerintahan sangatlah penting karena opini masyarakat memiliki potensi besar untuk membentuk arah dan kesuksesan implementasi kebijakan tersebut. Dengan memahami bagaimana masyarakat merespons langkah-langkah yang diambil, pemerintahan dapat mengidentifikasi tantangan dan masalah yang mungkin timbul, serta merumuskan tindakan yang lebih tepat untuk memastikan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, pemantauan opini publik juga memungkinkan pemerintahan untuk mengambil langkah-langkah responsif dalam menangani perubahan sentimen dan pandangan masyarakat, sehingga dapat menjaga hubungan yang positif antara pemerintah dan rakyatnya.

Bagaimana Opini Publik Dapat Memengaruhi Kebijakan Institusi?

Opini publik memiliki peran yang signifikan dalam memengaruhi kebijakan institusi dalam beberapa cara berikut:

Pengaruh Legitimasi atau Dukungan
Opini publik yang positif terhadap suatu kebijakan dapat memberikan legitimasi dan dukungan yang kuat bagi institusi tersebut. Opini positif ini membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan membuat kebijakan lebih diterima secara umum. Di sisi lain, opini publik yang negatif dapat meragukan legitimasi dan keabsahan kebijakan, sehingga dapat mengancam kredibilitas institusi.

Pendorong Perubahan

Opini publik yang kuat dan terus menerus dapat mendorong institusi untuk merespons dengan mengubah atau merevisi kebijakan yang kontroversial atau tidak mendapat dukungan masyarakat. Tekanan dari opini publik dapat mendorong institusi untuk mempertimbangkan ulang keputusan mereka agar lebih sesuai dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat.

Dampak pada Ekonomi dan Sosial

Opini publik yang meragukan atau negatif terhadap kebijakan institusi dapat berdampak pada aspek ekonomi dan sosial. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan dapat menghambat investasi, pertumbuhan ekonomi, serta mengganggu stabilitas sosial. Sebaliknya, dukungan publik terhadap kebijakan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Politik dan Elektabilitas

Opini publik yang berubah atau beralih dapat memengaruhi dukungan politik bagi partai atau pejabat yang berada di dalam institusi. Pendapat masyarakat terhadap kinerja institusi atau individu dalam pemerintahan dapat memengaruhi popularitas dan elektabilitas dalam pemilihan umum, serta mendorong perubahan dalam kepemimpinan dan kebijakan politik.

Apa itu Digital Listening Tools?

Digital listening tools adalah alat atau teknologi yang digunakan untuk memantau dan menganalisis aktivitas, percakapan, dan opini yang terjadi di berbagai platform digital, seperti media sosial, forum online, dan situs web. Tujuannya adalah untuk memahami sentimen dan pandangan yang diungkapkan oleh pengguna di ruang digital terkait suatu topik atau merek. Dengan menggunakan algoritma dan analisis bahasa, digital listening tools membantu mengidentifikasi tren, pola, serta respons masyarakat terhadap berbagai isu atau produk, sehingga institusi atau bisnis dapat mengambil tindakan yang lebih efektif dalam merespons opini dan membangun citra yang positif.

Beberapa Manfaat Digital Listening Tools dalam Memantau Opini Publik terhadap Kebijakan Institusi. Digital listening tools memiliki lima manfaat utama dalam memantau opini publik terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh suatu institusi:

Pemantauan Real-time

Digital listening tools memungkinkan institusi untuk melakukan pemantauan secara real-time terhadap opini publik. Dengan mendapatkan informasi secara cepat, institusi dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan sentimen dan tanggapan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil.

Mengetahui Tren dan Sentimen

Tools ini dapat membantu mengidentifikasi tren percakapan dan sentimen masyarakat terhadap suatu kebijakan. Dengan menganalisis bahasa dan konteks, institusi dapat memahami apakah opini publik cenderung positif, negatif, atau netral terhadap kebijakan tersebut.

Pengukuran Kinerja Kebijakan

Dengan membandingkan opini publik sebelum dan setelah kebijakan diberlakukan, institusi dapat mengukur keefektifan dan ketepatan kebijakan tersebut. Ini membantu dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan dan mengambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

Identifikasi Isu Sensitif

Digital listening tools dapat mendeteksi isu-isu yang berpotensi sensitif bagi masyarakat. Dengan demikian, institusi dapat mengantisipasi masalah yang mungkin timbul dan mengambil tindakan pencegahan atau penanganan yang tepat.

Interaksi Dua Arah

Tools ini juga memungkinkan institusi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui platform digital. Dengan merespons komentar dan pertanyaan masyarakat, institusi dapat meningkatkan keterlibatan dan membangun hubungan yang lebih baik dengan publik.

Cara Menggunakan Digital Listening Tools

Berikut ini adalah lima langkah dalam menggunakan digital listening tools:

Tentukan Kata Kunci

Langkah pertama adalah mengidentifikasi kata kunci atau topik yang relevan dengan kebijakan atau isu yang ingin dipantau. Kata kunci ini akan digunakan sebagai acuan untuk memantau percakapan di media sosial, forum, atau platform lainnya.

Pilih Platform

Selanjutnya, pilihlah platform digital yang ingin Anda monitor, seperti media sosial, forum diskusi, atau situs berita. Setiap platform memiliki karakteristik berbeda dalam menyampaikan opini publik.

Pantau Kata Kunci dan Analisis

Manfaatkan fitur analisis data yang disediakan oleh digital listening tools. Gunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk memantau percakapan yang mengandung informasi relevan terkait kebijakan atau isu tersebut.

Analisis Hasil

Lakukan analisis terhadap hasil pemantauan untuk mengidentifikasi tren, sentimen, dan pola dalam opini publik. Apakah opini mayoritas positif, negatif, atau netral? Informasi ini akan membantu dalam memahami pandangan masyarakat.

Respon dan Tindakan

Berdasarkan hasil analisis, pihak institusi perlu menanggapi dengan tindakan yang sesuai. Ini bisa berupa penyesuaian kebijakan jika diperlukan, memberikan klarifikasi kepada masyarakat, atau merencanakan strategi komunikasi yang lebih efektif.

Manfaatkan Keunggulan Digital Listening Tools seperti Ripple10 dari Ivosights

Untuk menjaga transparansi dan merespons aspirasi masyarakat, memantau opini publik terhadap kebijakan institusi menjadi suatu keharusan yang tak terelakkan. Dalam era teknologi yang terus berkembang, digital listening tools telah muncul sebagai alat yang sangat bermanfaat bagi institusi untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang pandangan publik dan meresponsnya secara efektif.

Jika Anda tertarik untuk memanfaatkan berbagai macam keuntungan yang ditawarkan oleh digital listening tools bagi institusi, Ripple10 dari Ivosights merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat. Dengan berbagai fitur yang dimiliki Ripple10, Anda akan dapat dengan mudah mengamati, menganalisis, dan menanggapi opini publik dengan lebih efisien.

Institusi yang menggunakan alat ini akan memiliki keunggulan dalam memelihara hubungan positif dengan masyarakat dan membuat keputusan kebijakan yang lebih tepat. Jangan ragu untuk menghubungi tim Ivosights dan dapatkan demo untuk mengenal lebih jauh tentang kehebatan Ripple10. Manfaatkan peluang ini untuk meningkatkan transparansi dan membangun hubungan yang positif dengan masyarakat, karena setiap pandangan publik berarti bagi kemajuan institusi Anda. (*/Har)




from MASALEMBO https://ift.tt/6NoleXY
via gqrds

Sabtu, 04 November 2023

Pemda Buteng Anggarkan Rp 35 Miliar untuk Pelaksanaan Pilkada



Pj Bupati Buton Tengah, Andi Muhammad Yusuf (pakai kaca mata) didampingi Sekda Buton Tengah, Kostantinus Bukide (paling kiri) bersama Ketua Bawaslu Buteng, Helius Udaya (kedua dari kiri) dan Ketua KPU Buton Tengah, La Ode Jinani (paling kanan).


BUTON TENGAH, MASALEMBO.COM  - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menganggarkan dana sebesar Rp 35 miliar untuk melakukan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati pada tahun 2024 mendatang.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk lembaga penyelenggara pemilihan umum yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton Tengah sebesar Rp 26,5 miliar dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buton Tengah sebesar Rp 8,5 miliar.

Penjabat Bupati Buton Tengah, Andi Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya bersama pimpinan dua lembaga tersebut telah menyepakati besaran anggaran untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah di Buton Tengah, Negeri 1.000 Goa.

Andi Muhammad Yusuf juga bilang pemberian dana hibah untuk penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh daerah kabupaten/kota. Disamping itu juga sebagai dukungan agar penyelenggaraan pilkada bisa berjalan dengan lancar.

"Besaran anggaran untuk KPU Buton Tengah Rp 26,5 miliar dan besaran anggaran untuk Bawaslu Buton Tengah sebesar Rp 8,5 miliar. Insya Allah dengan anggara tersebut pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Buton Tengah telah siap," ucap Andi Muhammad Yusuf, Jumat (03/11/2023).

Muhammad Yusuf berharap dengan dukungan anggaran tersebut pelaksanaan pilkada di Buton Tengah dapat dijalankan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Tak lupa pula ia mengingatkan untuk selalu menjaga soliditas antar sesama pelaku penyelenggara pemilu dengan mengenyampingkan ego pribadi.

"Jaga soliditas kerjasama antar kita semua menyampingkan ego-ego karena kegiatan tidak mungkin dijalankan dengan baik jika hanya sendiri-sendiri, namun membutuhkan kerja sama pemerintah daerah dan teman-teman penyelenggara KPU dan Bawaslu," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Muhammad Yusuf juga mengajak seluruh pihak untuk ikut menyukseskan pelaksanaan pemilu dan pilkada pada tahun 2024 sehingga dapat berjalan dengan lancar tanpa ada masalah atau rintangan sedikitpun sesuai dengan yang diharapkan.

Terkait dengan ajakan untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut, Andi Muhammad Yusuf mengimbau kepada seluruh jajarannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintahan Buton Tengah untuk bersikap netral terhadap calon manapun yang akan tampil.

"Saya ingatkan seluruh ASN jaga netralitas pelaksanaan pemilu dan pilkada. ASN telah memiliki koridor tersendiri, jangan terlibat berpolitik praktis. Apabila sikap netral tidak dijaga, maka akan berurusan dengan Bawaslu," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Buton Tengah, La Ode Jinani, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah atas pendanaan pilkada sebesar Rp 26,5 miliar dengan kesepakatan bersama melalui proses pembahasan.

"Insya Allah dengan anggaran yang cukup dengan kesepakatan NPHD dengan pemerintah, kami KPU siap mendanai menjalankan rangkaian tahapan Pilkada 2024. Namun anggaran NPHD dapat berubah manakah terjadinya addendum pelaksanaan pilkada terjadi pemungutan suara ulang. Dan sesuai dengan arahan dan pesan bapak Pj Bupati penyelenggaraan pilkada akan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab," ujar Jinan.

Senada dengan itu, Helius Udaya selaku Ketua Bawaslu Buton Tengah, mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi pemerintah daerah telah menganggarkan dana Pilkada Bawaslu tertuang dalam NPHD.

"Menurut kami (Bawaslu red) anggara Rp 8,5 miliar dari pemerintah telah cukup menjalankan tugas pengawasan pada Pilkada tahun 2024. Tentu dengan anggaran ini akan kami maksimalkan dengan baik mensukseskan seluruh rangkaian tahapan Pilkada," jelasnya.

Untuk diketahui, kesepakatan penganggaran untuk pelaksanaan pilkada di Buton Tengah tertuang dalam berita acara penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Pj Bupati Buton Tengah bersama pimpinan KPU dan Bawaslu yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah dan Kepala OPD lingkup pemerintahan Buton Tengah (Adv).

Penulis: Muhammad Al Rajap


from MASALEMBO https://ift.tt/qrgxdki
via gqrds

Selasa, 17 Oktober 2023

Simulasi Pengamanan Pemilu, Polres Majene Peragakan Adegan Pengendalian Massa

Adegan simulasi pengendalian massa dalam situasi tertentu dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 di Mapolres Majene. [Foto: Humas Polres Majene]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Kepolisian Resor Majene menggelar Simulasi Sispamkota dalam rangka pengamanan Pemilu 2024. Kegiatan ini merupakan wadah menyusun strategi pengamanan yang efektif menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan kamtibmas di kota.

Simulasi yang berlangsung di Mapolres Majene, Selasa (17/10/23) ini turut disaksikan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah Polres Majene dalam menjaga ketertiban selama tahapan pemilu.

Kapolres Majene AKBP Toni Sudagri mengatakan, pelaksanaan Simulasi Sispamkota Polres Majene mempragakan beberapa adegan yang mencakup tindakan pengawalan kotak suara dari TPS ke kantor KPU, penanganan konflik yang mungkin timbul akibat hasil putusan pemilu, serta pengendalian massa dalam situasi tertentu.

Sugadri menjelaskan pentingnya Simulasi Sispamkota ini sebagai salah satu langkah kesiapan Korps Bhayangkara dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang dapat terjadi selama tahapan Pemilu 2024. 

"Hari ini kita dapat menyaksikan beberapa simulasi yang dilaksanakan, seperti pengawalan kotak suara dari TPS ke KPU, penanganan konflik hasil putusan KPU, dan tahapan pengendalian mass," kata Kapolres di sela kegiatan tersebut. 

Dikatakan, melalui simulasi ini diharapkan persiapan dan kesiapan personel Polres Majene semakin mantap menghadapi berbagai situasi yang dapat mengganggu jalannya tahapan pemilu.

Toni Sugadri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam Simulasi Sispamkota. Ia mengakui bahwa mereka telah menampilkan adegan yang baik dan siap menghadapi berbagai potensi gangguan yang mungkin muncul selama tahapan pemilu berlangsung.

Selain itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menyukseskan pemilu dengan menyalurkan hak pilihnya dengan bijak dan bertanggung jawab. 

"Saya juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap melaksanakan haknya untuk menentukan pilihannya pada pemilu mendatang, akan tetapi tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi dengan isu dan berita hoaks yang berkembang di masyarakat," pungkas Kapolres Majene.

Dengan dilakukannya Simulasi Sispamkota ini, Polres Majene menegaskan mereka siap menghadapi tahapan Pemilu 2024 dengan profesional dan efektif dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota. 

Langkah ini merupakan bentuk komitmen polisi untuk melindungi proses demokrasi serta menjaga perdamaian dan ketertiban masyarakat selama proses pemilihan berlangsung. (Ril/Har).


from MASALEMBO https://ift.tt/EITHcDL
via gqrds

Jumat, 13 Oktober 2023

Tanahnya Diserobot, Zaenuddin Cae Pertanyakan Kinerja Polres Luwu Timur

Zainuddin Cae saat ditemui di kediaman kerabatnya Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene, Jumat (13/10/2023). [Foto: Shaleh Muhammad]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Zaenuddin Cae (68), lelaki paru baya asal Mandar yang jadi korban perampasan hak dan penguasaan rumah miliknya di Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terpaksa harus pulang kampung ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kronologi perampasan tanah dan rumah miliknya ia beberkan saat ditemui puluhan wartawan di rumah kerabatnya, Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene, Jumat (12/10/23).

Zainuddin bercerita banyak tentang peristiwa yang menimpa dirinya, pasalnya ia hanya sendiri ketika di datangi puluhan orang yang ingin menguasai rumah yang notabenenya telah sah jadi miliknya sesuai Putusan Mahkamah Agung Nomor 540K/P/dt2016.

"Awalnya saya tidak menduga kejadian ini, tiba-tiba pada bulan Mei lalu saya didatangi oleh SR dan beberapa orang, tetapi saya melawan jadi mereka pulang," ungkapnya.

Foto putusan Mahkamah Agung tentang kepemilikan tanah Zaenuddin Cae. [Foto: Shaleh Mumammad]


Dari keterangan yang dihimpun, SR, membawa beberapa orang untuk menyuruh dan mengancam Zaenuddin meninggalkan rumah tersebut.

Lanjut Zainuddin, setelah mendapat ancaman itu ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Luwu Timur. Namun perisitwa serupa kembali terjadi ketika ia berada di kantor Polisi pada tanggal 6 Mei 2023.

"Saat saya di kantor Polres Luwu Timur, tiba-tiba kerabat di rumah menghubungi saya bahwa beberapa orang datang menyerobot dan menduduki rumah saya," tambahnya.

Tanah milik Zainuddin yang dikuasai oleh SR di Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. [Foto: Shaleh Muhammad]


Atas informasi tersebut, ia kembali membuat laporan tentang dugaan tindak pidana penyerobotan atau perampasan dan atau pengancaman pada tanggal 7 Juni 2023 di Polres Luwu Timur.

Sejak saat itu, enam bulan lamanya, Zainuddin Cae terpaksa harus meninggalkan rumah dengan tangan kosong. Ia tak bisa lagi memasuki rumah yang telah dipagari oleh beberapa terlapor tersebut.

Kepada awak media, Zainuddin, mengeluhkan lambannya penanganan Polres Luwu Timur atas laporannya itu.

Enam bulan lebih hanya sampai pada tahap penyelidikan, padahal sangat jelas dugaan tindak pidana sudah memenuhi alat bukti.

"Saya heran, kenapa sampai sekarang masih begini terus prosesnya, saksi telah saya hadirkan bahkan video kejadian itu telah saya berikan. Inikan sudah menenuhi dua alat bukti, kenapa bisa sampai enam bulan? Sedangkan hak saya sekarang dikuasai orang," tegasnya.

Sampai saat ini ia terus berjuang untuk mendapatkan rumah dan tanahnya kembali.

"Pokoknya saya tidak akan mundur, jalur hukum tetap saya akan tempuh. Saya dizolimi, jela-jelas tanah itu telah ditetapkan Mahkamah Agung, sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah), jadi siapapun saya akan lawan," pungkas Zainuddin.

Hingga berita ini tayang, awak laman ini masih berusaha mengkonfirmasi hal tersebut ke Polres Luwu Timur untuk informasi lebih lanjut. (Sha/Har)


from MASALEMBO https://ift.tt/HcQnJob
via gqrds

Rabu, 04 Oktober 2023

Amien Rais Jaminan Kasus Rempang dan Bebaskan Warga yang Ditahan

Tampak Amien Rais hadir di tengah-tengah warga Rempang. [Foto: Sita untuk Masalembo.com]


BATAM, MASALEMBO.COM - Tokoh Nasional Amien Rais menegaskan dirinya siap jadi jaminan untuk pembebasan warga Rempang. Mereka ditahan pihak berwewenang atas aksi unjuk rasa. 

"InsyaAllah besok, saya dan Ketua Umum Partai Ummat Dr-Ing. Ridho Rahmadi, bersedia menjaminkan diri bagi pembebasan warga yang saat ini masih ditahan," tegas Amien Rais pada Rabu (04/10/2023) di hadapan  ratusan warga Rempang yang hadir di Posko Bantuan Hukum Partai Ummat di Sembulang yang disambut pekikan Takbir 'Allaahu Akbar'.

Seperti diketahui bahwa sejak peristiwa 7 September 2023 lalu, sejumlah warga yang melakukan aksi demonstrasi menolak proyek Rempang Eco City yang rencananya akan menggusur 16 kampung tua warga tempatan, telah ditahan oleh pihak yang berwajib.

Bakir, juru bicara yang ditunjuk oleh warga Sembulang, menyampaikan bahwa sampai saat ini masih sekitar puluhan orang yang ditahan karena demonstrasi di depan gedung BP Batam.

Lebih jauh, Bakir katakan tidak benar berita bahwa 300 warga telah bersedia direlokasi. "Tidak benar berita itu, Pak. Kami punya buktinya dan daftar tidak setuju warga Rempang 16 kampung itu untuk direlokasi," tegas Bakir.

Kunjungan Amien Rais ke Desa Sembulang adalah kunjungan yang keduakali sejak pecahnya peristiwa Rempang-Batam, dimana saat kunjungan pertama telah dijanjikan bahwa Partai Ummat akan membuat Posko Bantuan Hukum.

"Hari ini, alhamdulillah telah berdiri 6 Posko Bantuan Hukum Partai Ummat di tempat - tempat warga yang terdampak. Kita berharap agar keberadaan posko-posko ini menjadi jawaban sementara sampai persoalan ketidakadilan yang dirasakan oleh warga masyarakat yang terdampak hilang," tegas Mantan Ketua MPR RI itu.

Sementara itu Ketua Umum Partai Ummat Dr-Ing. Ridho Rahmadi secara khusus menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat Partai Ummat telah menugaskan Tim Advokasi Partai Ummat Peduli Rempang - Batam untuk mengajukan Gugatan Class Action.

"InsyaAllah hari ini, paling lambat besok, Tim Advokasi Partai Ummat akan mengajukan Gugatan Class Action ke PN Batam, dimana dalam salah satu tuntutannya adalah agar Pemerintah menghentikan proyek Rempang Eco City segera!" tandas Ridho yang disambut tepuk tangan

Acara diakhiri dengan makan bersama bersama warga. Tampak Prof. Amien Rais duduk bersebelahan dengan pimpinan TNI dan Polri setempat, sambil menikmati sajian khas Melayu Pesisir. Aneka masakan ikan laut, kepiting, dan 'Gonggong' yang hanya ada di kampung Sembulang itu tampak terhidang. (Sita)


from MASALEMBO https://ift.tt/YZeMSja
via gqrds

Minggu, 24 September 2023

Cegah Hoaks Pemilu, Mafindo Sulbar Gelar "Prebunking Campaign"

Pengurus Tim Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) Sulawesi Barat saat bertandang ke kantor KPU Majene, Sabtu (23/09/2023). Mereka diterima Komisipner KPU Majene, Sukri. [Foto: Irwan Abd Latif]

MAJENE, MASALEMBO.COM - Informasi bohong (hoaks) masih jadi perhatian serius berbagai elemen jelang Pemilihan Umum (Pemilu) di sejumlah daerah. Seperti pada Pemilu 2014 dan 2019, hoaks marak terjadi untuk menjatuhkan pasangan calon tertentu mau pun kontestan pemilihan legislatif.

Menjelang Pemilu 2024, berbagai elemen terus menyuarakan bahaya dan upaya pencegahan hoaks. Seperti yang dilakukan Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) Sulawesi Barat yang menggelar sejumlah kegiatan tentang literasi digital dan pencegahan hoaks.

Mafindo Sulbar menggelar "Prebunking Campaign" yang merupakan ajakan bersama masyarakat melawan hoaks di Pelataran Stadion Prasamya Majene, Minggu 24 September 2023. Seratusan peserta dari jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majene mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kabupaten.

Termasuk mahasiswa dan warga sekitar yang sedang melakukan olahraga di sekitaran stadion tersebut. Dalam kampanye tersebut, berbagai kegiatan digelar. Dimulai dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis dan permainan terkait pola penyebaran dan pencegahan hoaks.

"Kampaye prebungkin adalah memberikan edukasi seputar hoaks dan upaya pencegahannya, serta pengenalan Mafindo kepada masayarakat Sulawesi Barat. Tujuanya adalah  pencegahan hoaks dengan cara meningkatkan sikap kritis kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum diketahui kebenaranya," kata Ketua Mafindo Sulbar, Dedy Aswan.

Mafindo Sulbar menggelar "Prebunking Campaign" yang merupakan ajakan bersama masyarakat melawan hoaks di Pelataran Stadion Prasamya Majene, Minggu 24 September 2023. [Irwan Abd. Latif]


Komisioner KPU Majene, Sukri dan Salma Mayasari turut hadir dalam kegiatan kampanye pencegahan hoaks tersebut. Salma Mayasari mengatakan, "Prebunking Campaign" ini membantu KPU Majene dalam menyukseskan Pemilu 2024.

"Kegiatan ini sangat menarik dan sangat membantu KPU Majene dalam menyukseskan Pemilu 2024. Hoaks itu harus diperangi demi mewujudkan Pemilu yang berintegritas. Hoaks tidak boleh ada, di Majene khususnya," kata Salma Mayasari.

Seorang warga dari Desa Palipi Soreang, Reski Amaliah mengaku senang bisa mengikuti kegiatan dan mendapatkan edukasi tentang pencegahan hoaks.  Reski berharap Mafindo Sulbar terus meningkatkan literasi digital dan menjadi garda terdepan dalam memerangi hoaks dalam Pemilu 2024.

"Berkat kegiatan ini saya bisa mengetahui bagaimana cara saya ketika mendapatkan berita hoaks dan saya bisa lebih mengantisipasi apabila terjadi berita hoaks ke depannya," kata Reski Amaliah. 

Kelas Cek Fakta dan Prebunking

Selain "Prebungkin Campaign", Mafindo Sulbar juga menggelar Kelas Cek Fakta yang berlangsung di Aula Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Majene. Kelas Cek Fakta tersebut diikuti Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panwas Kelurahan Desa (PKD) se-Kabupaten Majene yang gelar secara daring.

Ketua Mafindo Sulbar, Dedy Aswan mengatakan, Kelas Cek Fakta yang merupakan kolaborasi dengan Bawaslu Majene ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih cek postingan hoaks. Hal ini dilakukan dengan pelatihan menggunakan berbagai alat dalam cek fakta.

Kelas Cek Fakta yang berlangsung di Aula Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Majene. [Foto: Irwan Abd Latif]


"Tujuannya agar ketika pengawas Pemilu mendaparkan berita tentang satu hal tidak gampang percaya sebelum melakukan cek fakta akan kebenaran berita tersebut. Peserta dilatih untuk mengecek ke absahan berita, kebasahan foto dan juga video dengan tools kalimasada, invid, tunrbackhoax.id, cekfakta.com dan sebagainya," jelas Dedy.

Ketua Bawaslu Majene, Syofian Ali membuka secara resmi Kelas Cek Fakta tersebut. Syofian Ali mengapresiasi kolaborasi ini untuk menyukseskan Pemilu 2024.

"Ini sangat langka karena baru pertama kali dilakukan. Ini penting bagi kita semua, terutama jajaran Bawaslu Majene. Diharapkan jadi bahan untuk pengawasan Pemilu," kata Syofian.

Sebelumnya, Mafindo Sulbar juga menggelar Kelas Prebunking bagi mahasiswa dan penyelenggara Pemilu di Aula KPU Majene, Sabtu 23 September 2023. 

Dedy mengatakan, kelas ini bertujuan mengedukasi pencegahan hoaks bagi mahasiswa, masyarakat umum dan penyelenggara Pemilu sebelum beredar di media sosial. 

"Tujuan nya memberika vaksin sebelum tersebarnya hoaks, seperti fenomena hoaks yang sering terjadi saat pelaksanaan Pemilu," kata Dedy.

Seorang peserta, Muhammad Wandy mengatakan, kelas ini penting bagi mahasiswa dalam literasi digital dan pencehan hoaks. Wandy berharap kelas seperti ini terus ditingkatkan ke berbagai kalangan masyarakat.

"Ini sangat luar biasa, kelas prebungking ini adalah vaksin anti hoaks yang bagus diterapkan pada mahasiswa dan ini cikal bakal untuk kita implemetasikan kepada masyarakat dan lingkungan kita sendiri," jelas Wandy.

Komisioner KPU Majene, Sukri mengapresiasi langkah Mafindo Sulbar untuk turut serta dalam menyukseskan Pemilu 2024. 

"Berharap Mafindo Sulbar terus nenularkan visi misi menyebarkan virus menangkal hoaks dan bijak dalam bermedia sosial," harap Sukri. (Wan)


from MASALEMBO https://ift.tt/uYf725k
via gqrds

Senin, 28 Agustus 2023

Anggaran Rp23 Miliar Lebih, Pekerjaan Jalan Poros Salutambung-Urekang Disorot Warga

Tampak papan proyek pengerjaan Jalan Poros Salutambung-Urekang di ruas Ba'basondong-Lombe puncak gunung Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Majene. [Masalembo.com/egi]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Proyek pekerjaan Jalan Salutambung-Urekang di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene milik Pemerintah Provinsi Sulbar jadi sorotan warga. Pasalnya, sejak mulai kontrak pada 27 Februari lalu hingga kini baru mencapai sekira 30 persen. Padahal sudah menghabiskan sekitar 190 hari kalender pekerjaan.

Tokoh masyarakat setempat, Haruna, mengatakan, di sisa kontrak selama 50 hari proyek rigit jalan yang ditargetkan 4 kilometer tersebut masih jauh dari harapan.

"Kontraknya akan berakhir pada tanggal 24 Oktober atau sekitar 50 hari lagi, namun sangat lambat," ujar Haruna, Senin (27/08/2023).

Haruna mengungkap, lambannya pengerjaan jalan Salutambung-Urekang dipicu ketidaksiapan suplay bahan material ke lokasi. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan seorang pekerja di lapangan, sejak 20 hari lalu mereka tidak beraktifitas, alasannya karena tidak tersedianya bahan material.

"Entah apa alasannya, katanya tidak ada bahan material, inikan proyek besar," ucap Haruna heran.

Camat Ulumanda, Saeri DP membenarkan aspirasi masyarakat terkait lambatnya proses pengerjaan jalan tersebut, bahkan dapat dipastikan gagal mencapai target sesuai alokasi waktu.

"Iya jadi berdasarkan laporan masyarakat termasuk pengawas masyarakat di lapangan, ya memang seperti itu, itu jelas gagal mencapai target waktu," kata Saeri dikonfirmasi Selasa (29/08).

Camat Ulumanda menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan PT Bumi Bintang Salu Perkasa dengan Konsultan Pengawas PT Tata Indokarya Konsultan. Pagu anggaran senilai Rp 23.259.861.126,39 bersumber dari Dana Transfer Khusus- DAK Fisik tahun 2023 melalui Dinas PUPR Provinsi Sulbar.

Karena itu kata dia, pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Sulbar agar segera mengambil sikap atas lambannya pengerjaan jalan penghubung Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa tersebut.

"Saya menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang menyampaikan keluhan-keluhannya ke Pemerintah Kecamatan, bahwa diharapkan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menindaklanjuti atas lambatnya pekerjaan itu," pungkas Saeri.

Hingga berita ini rilis, belum ada keterangan dari pihak pekerja PT Bumi Bintang Salu Perkasa maupun Dinas PUPR Provinsi Sulbar. Awak redaksi media ini sedang melakukan upaya konfirmasi kepada mereka. (Har/Red)


from MASALEMBO https://ift.tt/L1Y7SA9
via gqrds

Rabu, 09 Agustus 2023

Seorang Mahasiswa Diamankan Polisi Saat Aksi Sambut Kunjungan Wapres

Seorang mahasiswa bernama M. Dicki Afrizal saat diamankan polisi. [Khairullah Thofu]


SUMENEP, MASALEMBO.COM- Seorang mahasiswa bernama M. Dicki Afrizal diamankan, kepolisian saat melakukan aksi damai seorang diri menyambut kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.

Padahal, mahasiswa tersebut hanya melakukan aksi dengan membentangkan poster yang berisi aspirasi tentang beberapa persoalan di Kabupaten Sumenep, yang hingga saat ini belum diselesaikan oleh pemerintah, salah satunya kemiskinan.

"Saya aksi dalam rangka menyampaikan persoalan-persoalan di Kabupaten Sumenep yang belakangan ini suara kami tidak didengar," kata Rizal dalam press releasenya. Rabu, (9/8/2023)

Saat aksi sedang berlangsung di depan SPBU di Jalan Gedungan Timur, Gedungan, Kecamatan Batuan itu tiba-tiba pihak Reskrim Polres Sumenep mendatangi dan langsung mengamankannya. Rizal juga menyampaikan, pihaknya sudah mengirim surat pemberitahuan aksi ke Polres Sumenep.

"Saat saya mulai aksi tiba-tiba Reskrim Polres Sumenep datang dan langsung membawa saya, dengan alasan sterilisasi area karena Wapres datang dan padahal saya sudah kirim surat pemberitahuan, " ujarnya.

Lagian kata Rizal, aksi yang dilakukanya tidak mengganggu protokoler perjalanan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Aksi itu juga dilakukan secara damai tidak ada keributan hanya membentangkan poster dengan harapan aspirasinya dapat di dengan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin.

"Saya hanya aksi damai, tidak ada keributan dan kami aksi tidak di jalan yang ingin dilalui Wapres atau jalan protokoler, " ujarnya.

Sampai berita ini ditulis berdasarkan informasi yang dihimpun Masalembo.com M. Dicki Afrizal masih ditahan di Sat Reskrim Polres Sumenep.

Seperti diketahui, sesuai agenda Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin didampingi Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumenep memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Universitas Wiraraja Madura dan silaturahmi dengan Dewan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah Guluk-Guluk serta Ulama Se-Kabupaten Sumenep. (TH/Red)


from MASALEMBO https://ift.tt/NyJbxG7
via gqrds

Senin, 24 Juli 2023

Jalan Rusak, Motor Penjual Ikan di Desa Seppong Terjatuh ke Jurang

Warga mengangkat motor penjual ikan Hamalundin usai jatuh ke sungai di jembatan Desa Seppong, Kecamatan Tammero'do Sendana, Kabupaten Majene. [Foto: Zulfahmi/Facebook]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Seorang penjual ikan mengalami kecelakaan tunggal di Seppong Timur, Desa Seppong, Kecamatan Tammero'do Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin 24 Juli 2023. 

Saksi mata kejadian, Sarnang mengatakan, peristiwa ini bermula saat penjual ikan bernama Hamalundin hendak menuju Manyamba untuk menjual ikan.

Namun saat melintas di jembatan, penjual ikan tersebut kehilangan keseimbangan hingga motor dan dagangannya terjatuh ke dalam jurang kurang lebih 7 meter. 

"Pas di ujung jembatan hilang ke seimbangan dan jatuh ke kiri. Untung pengendaranya tersangkut di pinggir jembatan. Motornya saja jatuh ke sungai," kata Sarnang.

Penjual ikan tersebut langsung dibantu warga lantaran trauma dan alami luka di bagian kaki. Sementara motor dan ratusan ekor ikan dievakuasi warga.

"Sekitar 6 jam istirahat di rumah, sore (korban) dijemput keluarga pulang ke rumahnya di Rangas (Kecamatan Banggae)," katanya.

Menurut Sarnang, kondisi jalan tersebut rusak parah dan rawan kecelakaan. Jalan yang merupakan akses utama warga itu terdiri dari bebatuan dan butuh perhatian pemerintah.

"Karena sudah banyak kecelakaan disini, hampir setiap hari," harap Sarnang.

Kejadian ini sempat mengundang simpatik pengguna media sosial Facebook saat akun Zulfahmi memposting, 4 jam sebelum berita ini tayang. 

Beberapa komentar muncul bersimpati, namun juga harapan kiranya Pemerintah setempat segela melakukan perbaikan jembatan di Desa Seppong tersebut.

"Torimo. Ngeri memang lewat situ. Menanjak baru batu2 besar" tulis akun Mariyana Salma.

"Butuh skli perhatian pemerintah memang itu jembatan" nukil akun Hendri Engki. (Wan/Har)


from MASALEMBO https://ift.tt/tiU2JLk
via gqrds

Kamis, 20 Juli 2023

Platform Kampanye Politik AI, Siap Bantu Caleg Tingkatkan Peluang Kemenangan

Diskusi platform kampanye politik dengan format kecerdasan buatan generatif (artificial intelligence) atau AI dengan nama PEMILU.AI digelar di Jakarta, Kamis 20 Juli 2023. [Foto: Budi Alimuddin untuk Masalembo.com]


JAKARTA, MASALEMBO.COM - Platform kampanye politik dengan format kecerdasan buatan generatif (artificial intelligence) atau AI hadir pertama kalinya di Indonesia, dengan nama PEMILU.AI. Berperan sebagai konsultan politik personal, kehadiran platform ini ditujukan untuk membantu para calon anggota legislatif (caleg), memahami lebih dalam terkait aspirasi masyarakat di daerah pemilihan dengan beragam fitur inovatif, untuk meningkatkan peluang kemenangan pemilu.

“PEMILU.AI dirancang untuk menganalisis big data, seperti: data politik, data sosial ekonomi, data demografi, data profil persona caleg, hingga data media sosial dan media online dari daerah pemilihan, sehingga nantinya bisa memberikan rekomendasi microtargeting strategi kampanye tepat sasaran yang sesuai dengan target suara, wilayah dan kelompok sasaran, serta persona caleg,” kata Luky Djani, CEO PEMILU.AI saat diskusi politik tentang PEMILU.AI di Jakarta, Kamis (20/07/2023).

Platform PEMILU.AI ini membantu Caleg memahami kompleksitas landskap politik di Indonesia. Pemilu yang sangat dinamis dan kompetitif, karena beragamnya etnis, budaya, ekonomi dan geografi, seringkali menjadi tantangan bagi para calon anggota dewan perwakilan rakyat.

Platform PEMILU.AI diharapkan menjadi terobosan baru yang solutif, untuk memberikan kesempatan yang sama bagi calon wakil rakyat, khususnya dalam mengupayakan terwujudnya aspirasi masyarakat lewat pemilu yang berintegritas dan setara.

Luky menambahkan, guna mendukung pemilu yang berintegritas, PEMILU.AI menawarkan berbagai tools dan fitur berbasis teknologi generatif AI yang bisa memberikan strategi kampanye berdasarkan persona Caleg, kampanye microtargeting tepat sasaran, hingga strategi komunikasi kampanye pada konstituen.

Dari sisi rekomendasi strategi kampanye, PEMILU.AI dapat membantu calon anggota dewan perwakilan rakyat mendapatkan wilayah sasaran, target suara, rekomendasi strategi, kegiatan dan kelompok sasaran per kecamatan berdasarkan isu kritikal daerah pemilihan, serta rekomendasi berita online di daerah pemilihan. Dari sisi komunikasi kampanye, PEMILU.AI dapat merancang komunikasi kampanye mulai dari slogan, narasi pidato, caption media sosial, target sasaran iklan, dan desain APK, hingga dapat menyediakan aplikasi monitoring timses, yang dirancang untuk membantu calon legislatif meningkatkan peluang memenangkan pemilihan dalam kampanye mereka.

"Platform PEMILU.AI juga dilengkapi dengan aplikasi bernama ‘Tim Sukses’ yang dapat membantu memonitor kegiatan dan mengukur efektivitas Tim Sukses, dalam melakukan canvassing, penggalangan dukungan, dan kegiatan kampanye," terang Luky.

Pengamat Politik, Philips J Vermonte yang turut jadi pembicara mengatakan, beragamnya latar belakang masyarakat Indonesia membuat banyak isu hadir ke permukaan. Hal ini membuat para caleg terkadang kesulitan untuk menentukan isu prioritas yang menjadi fokus utama dalam kampanye politiknya. Oleh karena itu, kehadiran platform PEMILU.AI ini dapat menjadi sarana baru yang inovatif dalam menyusun strategi kampanye yang tepat sasaran dan optimal bagi para calon legislatif.

Hal senada disampaikan Anggota DPR RI Muhammad Farhan. Kata dia, suara dan aspirasi masyarakat menjadi kunci penting saat merumuskan sebuah strategi kampanye, karena strategi kampanye yang dilakukan sudah semestinya didedikasikan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat. "Lewat platform PEMILU.AI yang bisa menampilkan kebutuhan dan isu prioritas masyarakat di suatu daerah, tentu menjadi wadah yang akan sangat membantu rekan-rekan caleg untuk bisa mewujudkan Indonesia yang lebih maju, berdaulat dan kuat," ujarnya.

Sementara Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI mengaku, PEMILU.AI sejalan dengan dengan fokus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menerapkan ide dan gagasan baru untuk mencapai Indonesia yang bersolidaritas. "Saya mengharapkan platform, PEMILU.AI dapat mempererat relasi antara caleg dan pemilihnya, khususnya generasi muda. Pemilih muda adalah kelompok suara mayoritas pada 2024, dan menjadi target utama PSI," ujarnya.

Tentang PEMILU.AI

PEMILU.AI adalah platform yang memanfaatkan teknologi generative artificial intelligence (AI) dan big data untuk memberikan solusi bagi para calon legislatif dalam meningkatkan efektivitas dan peluang kemenangan kampanye mereka melalui pengumpulan dan analisis data politik yang akurat dan komprehensif. Sebagai konsultan politik personal, PEMILU.AI dirancang menawarkan solusi strategi kampanye berdasarkan persona Caleg, kampanye microtargeting tepat sasaran, hingga strategi komunikasi kampanye pada konstituen.

Platform ini diluncurkan oleh Politicawave by Mediawave, lembaga yang mengembangkan platform Social Media Monitoring & Analytics di Indonesia, bersama dengan Institute for Strategic Initiative (ISI), sebuah lembaga berbasis riset sosial dan politik, dengan tujuan menjawab tantangan kompleks para calon wakil rakyat untuk bisa memahami isu yang dihadapi dan kebutuhan masyarakat, guna bisa menetapkan fokus strategi kampanye yang tepat sasaran.

Informasi selengkapnya terkait platform PEMILU.AI dan beragam fitur yang dapat dimanfaatkan oleh calon perwakilan rakyat dapat dilihat melalui laman pemilu.ai. (Ril/Har)



from MASALEMBO https://ift.tt/ZETh8ub
via gqrds

Selasa, 04 Juli 2023

Senter KIM Diskominfopers Sulbar Sasar Lokus Kemiskinan Ekstrem di 6 Kabupaten

Kepala Diskominfopers Sulbar Mustari Mula saat mengikuti Rapim Pengendalian dan Inflasi Pelaksanaan RKPD-ABPD Tahun Anggaran 2023 di BPM Majene, Selasa, 4 Juli 2023. [Kominfopers Sulbar]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Salah satu program Diskominfopers Sulbar dalam mengedukasi masyarakat adalah program Senter KIM. Ini mendukung proses perkembangan digitalisasi yang ada di desa.

Selama Semester I 2023, program Senter KIM sudah berjalan menyasar enam kabupaten. Bentuk pelaksanaan dengan mendorong pemanfaatan media sosial yang lebih sehat, dan menangkal berita hoaks, pemanfaatan infrastruktur internet yang ada di desa-desa. 

Kepala Diskominfopers Sulbar Mustari Mula menjelaskan, program Senter KIM ini juga mendorong penggunaan internet yang berkualitas, sehingga sasaran Senter KIM juga menyasar lokus kemiskinan ekstrem di pedesaan dengan harapan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi. 

"Senter KIM ini juga sengaja kita memilih lokus desa yang terbilang masih tertinggal dalam hal teknologi, dengan masuknya senter KIM ke desa tersebut dapat membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat," ungkapnya. 

Untuk melancarkan program ini Diskominfo Sulbar berkolaborasi dan sinergi dengan Diskominfo Kabupaten dan Relawan TIK, membangun desain teknologi navigasi komunikasi internet. 

"Tujuannya agar koneksitas antar penduduk menggunakan perangkat telekomunikasi, baik berbasis radio komunikasi maupun smartphone yang minim jaringan internet dapat terintegrasi dengan baik," ungkapnya. 

Selain mendorong pemanfaatan teknologi di pedesaan, lanjut Mustari, pihaknya juga terus berbenah meningkatkan kualitas Sistem Akuntabilitas Kineja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan mendorong Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik di Lingkup Pemprov Sulbar. 

Itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sulbar Mustari Mula saat memaparkan Indeks Kinerja Utama (IKU) di hadapan Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh bersama Sekprov Muhammad Idris pada Rapat Kerja Pimpinan Pengendalian dan Inflasi Pelaksanaan RKPD- ABPD Tahun Anggaran 2023 Provinsi Sulbar di Aula Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Majene, Selasa, 4 Juli 2023. 

Disebutkan, nilai SAKIP lingkup OPD di angka 80 poin. Indeks SPBE perangkat daerah 4,2 poin, tingkat capaian kinerja anggaran lingkup OPD 98,5 persen, tingkat tatakelola manajemen ASN lingkup OPD 75 persen, dan nilai reformasi birokrasi 30 poin.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada pengelolaan data statistik sektoral dengan persentase cakupan
 pemenuhan data statistik dan
 informasi pembangunan
daerah yang akurat 100 persen. Begitu juga mengenai penyebarluasan informasi yang ada dengan persentase penyebarluasan informasi melalui pengelolaan
informasi dan komunikasi
publik di angka 85 persen.

"Begitu juga untuk keamanan sistem, persentase pengamanan informasi, pengamanan sistem elektronik aplikasi
dan pengamanan signal sudah di angka 100 persen," kata Mustari.

Mustari menjelaskan, pentingnya penerapan SPBE untuk mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

"Ini juga sekaligus menjawab harapan masyarakat akan hadirnya pelayanan publik yang  murah, pelayanan bermutu dan pelayanan yang transparan," pungkasnya. (Ril/Red)


from MASALEMBO https://ift.tt/luVpZUC
via gqrds

Minggu, 02 Juli 2023

Krisis Dampak Internet di Desa

Muh Takdir
(Mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta)


PADA suatu masa di sebuah desa terpencil, tercipta keajaiban teknologi yang mengubah kehidupan penduduknya. Sebuah proyek ambisius pemerintah membawa jaringan internet ke desa tersebut, dengan harapan meningkatkan akses informasi, peluang ekonomi, dan konektivitas dengan dunia luar.

Awalnya, kedatangan internet memberikan kegembiraan bagi warganya. Mereka dapat berkomunikasi dengan keluarga yang berada di kota besar, mengeksplorasi berbagai pengetahuan dari seluruh dunia, dan membuka peluang bisnis baru. Namun, dampak positif ini tidak berlangsung lama.

Seiring berjalannya waktu, dampak negatif jaringan internet mulai muncul. Warga desa, khususnya generasi muda, terlalu terikat pada perangkat digital mereka. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di dunia maya daripada menghargai budaya dan kearifan lokal mereka. Tradisi adat dan seni yang selama ini diwariskan secara turun-temurun mulai pudar.

Selain itu, akses mudah ke berita dan informasi tidak selalu membawa manfaat. Desa menjadi terkena imbas berita palsu dan konten yang merusak moral serta memicu konflik sosial di antara warganya. Terjadilah perpecahan antar kelompok yang sebelumnya hidup berdampingan dengan damai.

Melihat perubahan drastis ini, pemerintah desa dan lembaga adat menyadari pentingnya campur tangan untuk menangani krisis ini. Mereka mengadakan pertemuan bersama para tetua, pemuka agama, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi.

Pemerintah desa mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi dampak negatif jaringan internet di desa tersebut. Mereka menyusun program edukasi yang mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal. Kegiatan-kegiatan seperti kursus kerajinan tradisional, pertunjukan seni, dan ceramah tentang nilai-nilai adat diadakan secara rutin.

Selain itu, mereka mengimplementasikan aturan terkait penggunaan internet di desa. Mereka menyediakan akses internet di titik-titik tertentu dan hanya dalam waktu yang terbatas. Dengan demikian, warga desa diharapkan dapat menggunakan internet dengan bijak dan tetap terhubung dengan kehidupan di sekitar mereka.

Lembaga adat juga berperan penting dalam proses ini. Mereka mengadakan pertemuan adat khusus untuk membahas pentingnya mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai lokal. Melalui kearifan yang telah diakui oleh nenek moyang, mereka mengingatkan warga bahwa teknologi, termasuk internet, harus diintegrasikan dengan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Para tetua dan pemuka adat membimbing generasi muda dalam memahami nilai-nilai warisan leluhur. Mereka mengajarkan tentang pentingnya menjaga keharmonisan antara teknologi modern dan kearifan lokal. Acara-acara seperti ceramah, diskusi kelompok, dan ritual adat diadakan secara berkala untuk meningkatkan pemahaman dan rasa kebanggaan terhadap budaya mereka.

Dalam penanganan dampak negatif jaringan internet, pemerintah desa dan lembaga adat juga bekerja sama dengan pihak sekolah. Mereka melibatkan guru-guru dalam memberikan pendidikan tentang penggunaan internet yang bertanggung jawab. Program literasi digital dan kesadaran media dilaksanakan untuk melatih keterampilan kritis dan mengajarkan warga desa tentang sumber informasi yang dapat dipercaya.

Selain itu, pemerintah desa mendirikan pusat komunitas yang berfungsi sebagai tempat interaksi sosial dan pendidikan di luar dunia maya. Pusat ini menawarkan berbagai kegiatan seperti kelompok studi, klub seni, dan pertunjukan budaya. Tujuannya adalah membangun jaringan sosial yang kuat dan mempromosikan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bersama.

Dengan upaya yang gigih dari pemerintah desa dan lembaga adat, perlahan tapi pasti, desa mulai menemukan kembali keseimbangan antara teknologi modern dan tradisi lokal mereka. Warga desa menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga akar budaya mereka sambil tetap terbuka terhadap kemajuan teknologi.

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, lembaga adat, dan masyarakat, dampak negatif jaringan internet secara bertahap berhasil dikelola. Generasi muda menjadi lebih menghargai tradisi dan kearifan lokal, sementara tetap memiliki akses terhadap dunia luar melalui internet.

Desa tersebut menjadi contoh bagi desa-desa lain tentang pentingnya mempertimbangkan dampak sosial dan budaya dari kemajuan teknologi. Melalui kerja sama yang harmonis antara pemerintah desa dan lembaga adat, mereka berhasil menciptakan lingkungan yang seimbang, di mana teknologi dapat dimanfaatkan dengan bijak dan budaya lokal tetap terjaga dengan baik. (*)


from MASALEMBO https://ift.tt/kp5hdLC
via gqrds